Danger! Curhat :p
Makin hari rasanya makin penat tinggal di rumah. Ga ada yang ngerti, ga ada yang deket. Semuanya terlalu sibuk dengan egonya masing masing.
Semuanya cuma bisa nyalahin orang lain dan membela diri sendiri, menganggap dirinya ga bersalah sama sekali.
Di rumah ini sama sekali ga ada kebebasan dan privasi individu. Semuanya harus jadi seperti apa yang dia mau. Harus sesempurna seperti apa yang terbayang dipikirannya.
Harus kaya gini, sukanya kaya gini. Warna, pakaian, barang, cara hidup, bahkan kepribadian harus sesuai dengan keperfeksionisan dirinya sendiri.
Ada orang yang berusaha mendekatkan diri, berusaha menyamakan pikiran. Namum gagal. Tentu saja, karena sejak awal mereka individu yang berbeda.
Ada yang sudah menyerah dari dulu, tidak lagi membantah ataupun menerima apa yang ia perintahkan. Hanya diam bagai boneka tak bernyawa.
Kadang rasanya kesepian, benci dan iri itu bersatu. Tidak tau lagi kapan waktunya tertawa, marah atau sedih.
Disini tidak pernah terdengar tawa lepas, yang ada hanyalah nada nada keras dan hentakan kaki yang marah. Seperti tidak kenal lelah hal itu selalu terjadi setiap hari.
Bagaimana tidak lelah? Bagaimana tidak penat?
Di setiap cerita tentang keluarga, diantara kami pasti ada yang menangis. Karena sebenarnya dia tau pasti kalau dalam kehidupannya itu dia iri sekaligus rindu pada makna sesungguhnya keluarga itu sendiri.
HAHAHAHA XD ternyata memang nulis itu bikin hati lega! Makasih tumblr :*

Namie Amuro 





